Bisa Terbeli Rumah Dari Bersih-Bersih

February 18, 2010    Category: Jendela   No Comments »

Umiati (45); cleaning service

—————–

Menjelang Subuh saya sibuk mempersiapkan kebutuhan suami, anak laki-laki yang siap bekerja, serta dua anak yang masih sekolah. Makan pagi ala kadarnya. Jika masih ada nasi, maka saya akan menggorengnya atau ceplok telur untuk lauk makan. Tapi kalau tidak ada, maka roti tawar yang dijual kiloan menjadi sarapan pagi kami, itu saya campur dengan telor, dadar roti lah bisa dibilang begitu.

Pukul setengah 7, dua anak perempuan saya yang bersekolah di SMK dan SMP swasta di Palembang ini berangkat dengan diantar anak laki-laki saya dengan menggunakan motor. Menghemat ongkos. Mengingat mereka hanya bisa saya kasih tiga ribu tiap harinya, dan itu sudah termasuk ongkos. Read the rest of this entry »

Kisah Anak SMART Ekselensia

February 16, 2010    Category: Jendela   No Comments »

M Faisal Juliansyah dan Chairul Umam

—————–

Smart Ekselensia Indonesia adalah sekolah percepatan yang terletak di kota Bogor. Di mana seluruh siswanya adalah anak laki-laki yang berprestasi dan tergolong sebagai kaum dhuafa. Alhamdulillah, kami berkesempatan merasakan pendidikan di sana. Smart ekselensia menerapkan kurikulum pendidikan selama lima tahun (jenjang SMP dan SMA) dengan dana operasional berasal dari zakat, infak dan shadaqah para muzaki.

Sebelumnya kami harus melewati seleksi ketat, yang seluruh pesertanya berasal dari anak-anak kelas 6 SD/MI seluruh Indonesia. Termasuk juga wilayah Sumatera Selatan di dalamnya dengan DSIM yang menjadi penyeleksinya. Read the rest of this entry »

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid [57] : 22 – 23)

Lorongnya pesing ya nak. Sudah setahun di sini saya berjualan – bukan untuk sesuap nasi tapi lebih pada pembayaran uang sewa rumah yang selama ini ditempati. Kalau sekadar makan, hampir setiap hari saya dibelikan nasi bungkus oleh orang-orang yang melewati lorong itu.

Awalnya saya sering menolak. Karena di situ saya berjualan bukan peminta-minta. Tapi kata mereka, “Ini rezeki untuk Mbah”, “Ini ada titipan dari Allah”, dan sebagainya. Juga ditambah sedikit desakan dari mereka. Pernah mereka bilang, “Mbah, kalo ada rezeki untuk Mbah jangan ditolak”. Sejak itu akhirnya saya terima setiap apa yang mereka berikan. Walaupun pemberian mereka cukup meringankan saya, tapi sebenarnya saya tidak mau merepotkan mereka. Read the rest of this entry »

Bersemangat Mencari Ilmu

February 1, 2010    Category: Jendela   No Comments »

Sita Khalifah (33); Pembina Majelis Taklim LKC

———–

Berawal dari berdirinya LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) tahun 2007 yang merupakan salah satu program dari DSIM, maka dicarilah orang-orang yang sesuai dengan persyaratan layak dibantu dalam hal kesehatan untuk dijadikan anggota LKC. Untuk mengetahui kondisi masing-masing anggota, maka mereka dibina pada pengajian rutin yang diadakan LKC.

Untuk di daerah seberang ulu I gang Famili Setia, Ibu-ibu yang dibina beragam dari yang berusia 40-an hingga 65-an. Pengajian yang saya bina ini jumlahnya 16 orang dan alhamdulillah mereka pergi mengaji atas kesadaran mereka sendiri. Awalnya harus diancam dulu “Bu, kalo dak rutin ikut pengajian, izin berobat di LKC dicabut,” tegas mbak Mira (pendamping utama) saat itu. Sebenarnya ini bukan benar-benar ancaman tapi keinginan untuk mengajak mereka pada kesadaran akan ibadah – mengingat rata-rata dari mereka berjualan. Read the rest of this entry »

ALLAH PASTI MEMBANTU, BERUSAHALAH!

January 23, 2010    Category: Jendela   1 Comment »

Tapsiah (43 tahun); Penjahit sarung bantal

———-

Sebagai penjahit, kerjaku sehari-hari tidak jauh dengan kain, benang dan jarum. Ya, tepatnya menjahit berbagai sarung bantal. Aku dan suami harus berusaha ekstra keras untuk menghidupi sembilan anak, apalagi yang terkecil baru berusia satu bulan. Demi melancarkan usaha yang kami jalankan, saya dan suami menjadi Mitra bina Usaha Mandiri (BUM)dengan Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM).

Memiliki sembilan anak (sebelas orang, dua sudah meninggal, red) adalah rizki yang Allah berikan kepada kami. Kami berusaha selalu dan berusaha menjaga anak yang telah diberi oleh-Nya. Anak yang tertua berusia 22 tahun, dialah yang turut membantu mencari nafkah. Tapi tak bisa setiap bulan, mengingat ia hanya sebagai pekerja kontrak. Dikontrak hanya dua atau tiga bulan, itupun kalau orang membutuhkan pekerja tambahan. Read the rest of this entry »

Ketika Keputusan Itu Harus Diambil

January 13, 2010    Category: Jendela   No Comments »

Ida Israwati Sihombing (28), Perawat Medis

———–

Saya anak keempat dari lima bersaudara yang dibesarkan bukan dalam keluarga Islam, tapi sejak kecil saya tahu yang namanya shalat, puasa walau sebenarnya tidak terlalu mengerti. Tapi karena sejak kecil saya diasuh oleh orang Padang yang beragama Islam, maka saya pun mulai meniru-niru. Dari shalat yang hanya berdiri, rukuk, sujud, bahkan puasa yang sebenarnya jadi ajang diet bagi saya.

Usia remaja, Saya termasuk tipe remaja yang nyantai, baik dari segi pakaian maupun berteman. Sempat pula tergabung dalam kelompok band serta pelatihan fitness. Jadi bisa dibayangkan sendiri cara berpakaian dan bergaul saya. Semula saya begitu benci dengan Islam, entah karena apa. Mungkin karena saya beda agama. Apalagi saat kuliah, saya tidak suka dengan dosen agama.

Mulai tertarik dengan Islam, saat saya tahu istilah shalat tahajud dari teman kuliah. “Supaya doa dikabulkan, maka harus shalat tahajud di sepertiga malam,” itu kata salah satu teman saya. Mulailah rasa penasaran saya muncul. Ketika saya mencari tahu tentang tahajud di buku panduan shalat punya teman saya itu, ternyata di halaman sebelumnya ada penjelasan mengenai shalat istikharah yang dituliskan jika kita menghadapi pilihan. Dan seharusnya lembar berikutnya adalah tentang tahajud, tapi lembaran tersebut sobek. Sehingga saya berburu buku tentang tahajud. Read the rest of this entry »

Menjadi Muslim Yang Bervisi

January 4, 2010    Category: Jendela   No Comments »

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.” (An Nisa : 9)

Kalau kita sering membaca Al Quran maupun hadist, akan banyak menemukan dalil yang isinya menyuruh untuk mengantisipasi masa depan. Ini menunjukkan bahwa umat Islam diajak untuk serius memikirkan dan mempersiapkan masa depannya.

Ayat di atas mengilhami kita untuk berpikir visioner, menembus jauh ke depan melampaui ruang dan waktu. Tidak boleh terjebak hanya berpikir dan bekerja untuk hari ini, apalagi hanya untuk meratapi masa lalu. Sesekali boleh menengok masa lalu sebagai cermin utuk membaca diri. Tapi sesaat saja. Selebihnya adalah menatap masa depan. Adalah pandir jika bercermin sepanjang hari, sama pandirnya jika kita berpikir dan bekerja hanya untuk hari ini.

Read the rest of this entry »



Color switcher

Scheme: 1 2 3 4 5 6 7 8

Logo

Langganan Berita

Untuk berlangganan update blog ini silahkan masukkan alamat e-mail Anda disini :

Delivered by FeedBurner

Categories

Recent Posts

Tags

Banner