Semangat valentine = Semangat Berzina?

February 16, 2010    Category: Hikmah   No Comments »

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa. Read the rest of this entry »

Keputusan Memilih Gaya Hidup

February 10, 2010    Category: Hikmah   1 Comment »

Setiap kita punya cara sendiri menjalankan hidup. Cara kita menjalani hidup sangat bergantung pada motivasi, tekad, cita-cita dan sudut pandang kita tentang hidup itu sendiri.

Ada orang yang kaya, hidupnya penuh dengan gelimangan harta lalu berfoya-foya, bersenang-senang sekehendaknya, maka itu adalah pilihan hidupnya yang harus ia pertanggung jawabkan. Seperti Qorun dan pengikut-pengikutnya yang menganggap harta itu dapat mengekalkan hidup mereka. Ada juga orang yang kaya, tetapi ia dalam kendali hartanya sehingga terjerumus dalam kehancuran bersama hartanya. Seperti sahabat Rasulullah; Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan ra, karena menyakini hartanya titipan Allah swt dan alat memperbanyak kebaikan di dunia ini.

Tetapi ada pula yang justru meninggalkan harta, lau memilih hidup apa adanya. Mengambil bagiannya di dunia secukup kebutuhannya saja, padahal ia sanggup mengumpulkan yang jauh lebih banyak. Seperti Mush’ab bin Umair ra, duta Rasulullah saw kepada masyarakat Madinah untuk mengajarkan Islam.

Selagi muda, Mush’ab hidup dan dibesarkan dalam kesenangan dan kekayaan. Ia adalah pemuda Quraisy yang terkemuka, paling tampan, dan menjadi idola gadis-gadis Makkah. Gaya hidupnya manja dan mewah. Setelah keislamannya, Mush’ab meninggalkan gaya hidup mewah yang pernah dinikmatinya. Terhadap hal ini Rasulullah saw berkata, “Dahulu aku melihat Mush’ab tak ada yang menandinginya dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.” Read the rest of this entry »

Memberdayagunakan Ibadah Shalat

January 28, 2010    Category: Hikmah   No Comments »

Ibadah shalat adalah ibadah yang paling mendasar dalam kehidupan seorang muslim, dalam kondisi bagaimanapun shalat harus tetap dilakukan sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkannya, berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain yang suatu saat dapat ditinggalkan atau diganti dengan yang lain. Untuk itu seseorang muslim harus bisa mencapai maksud tertinggi dari ibadah shalat ini, makanya shalat dilakukan bukan hanya sekedar melaksanakan kewajiban akan tetapi harus sampai kepada tingkatan menikmati ibadah karena ibadah shalat ditargetkan Allah swt untuk kebaikan dan kemaslahatan sang hamba.

Bagi Allah sendiri beribadah atau tidak beribadahnya sang hamba tidak menjadi permasalahan, tidak akan bertambah keagungan Allah swt dikala sang hamba taat beribadah kepada-Nya, sebaliknya dikala sang hamba tidak mau beribadah kepada-Nya juga tidak akan mengurangi kebesaran dan keagungan-Nya. Maksud Allah mewajibkan ibadah shalat adalah agar seorang hamba tetap mempunyai hubungan (kontak) dengan Allah swt dimana dengan shalat itu dijadikan sebagai media pengaduan kepada-Nya dengan berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya, sesuai dengan potongan ayat di dalam QS Al Baqarah [2] : 45 dan 153. Read the rest of this entry »

Sudah Puasa Syawalkah Anda?

October 10, 2009    Category: Hikmah   No Comments »

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah saw bersabda: “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,…” (HR. Tirmidzi). Rasulullah saw juga bersabda dalam hadits Qudsi : “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi saw anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah saw. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau saw bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Dari Tsauban, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah) Read the rest of this entry »

Terlambat Bukan Berarti Tidak Sama Sekali

September 12, 2009    Category: Hikmah   No Comments »

Kaki ini meniti lemah anak tangga di antara gelap Masjid-Mu. Malam ini sudah masuk 10 malam terakhir Ramadhan. Malam ke-22 dari untaian malam berkah. Hati berseru takbir dengan kepalan jari-jari lemas terurai lagi. Allah, ijinkanlah kami menjumpaimu pada malam-malam terakhir ini, setelah sekian malam kami hanya bergulat dengan dunia. Seharian disibukkan dengan kerja seharusnya kami malam ini saatnya khusyu merapat dengan-Mu dalam iktikaf.

Tilawah kami tertinggal waktu. Malu pada jam yang tetap istiqomah berputar, tapi amalan kami tak pernah mau untuk istiqomah berjalan. Tarawih dan Qiyamullail yang alakadar ini, apakah Engkau terima? Hanya Engkau yang Maha menentukan hasil dari semua usaha, rasanya kami tak sanggup mendengarkan hasil perhitungan-Mu saat ini. Amalan kami yang dijejali riya semoga Engkau ampuni. Berapa kali shadaqahku? Ah, menengok pun kadang segan dengan kotak shadaqah. Malu pada tangan kanan dan kiri yang selalu saling melihat ketika terogoh sisa uang di saku. Berharap uang receh lah yang keluar. Read the rest of this entry »

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi)

Termasuk nikmat dari Allah swt atas hamba-hamba-Nya, Allah mensyariatkan tolong-menolong di atas kebaikan dan ketakwaan. Dan termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan ini adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa. Karena orang yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka dan menyegerakan buka puasanya. Apabila dia ditolong dalam perkara ini, maka ini termasuk nikmat dari Allah. Oleh karena itu Nabi saw bersabda,“Barangsiapa yang memberi buka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.”

Para ulama berselisih pendapat tentang makna “Barangsiapa yang memberi buka bagi orang yang berpuasa”. Dikatakan bahwa yang diinginkan dengan memberi makanan berbuka di sini adalah memberikan hal minimal yang bisa membatalkan puasa seorang yang berpuasa, walaupun itu hanya sebutir kurma. Read the rest of this entry »

Keutamaan Puasa

August 25, 2009    Category: Hikmah   No Comments »

Keutamaan puasa itu sangat besar. Di antara hadits shahih yang menerangkan keutamaannya adalah bahwasanya puasa telah dikhususkan oleh Allah bagi diri-Nya, dan bahwasanya Dialah yang langsung memberikan pahalanya, dengan melipatgandakan pahalanya untuk orang yang berpuasa dengan tanpa batas. Hadits menyebutkan, “Kecuali puasa, karena puasa adalah milik (bagi)-Ku dan Aku yang memberikan pahalanya.” (HR. Al-Bukhari).

Dan sesungguhnya puasa itu tiada tandingannya, doa orang yang berpuasa tidak ditolak, orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yaitu apabila ia berbuka puasa ia gembira karenanya, dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya ia bahagia karena puasanya. Puasa dapat memberikan syafa’at pada hari Kiamat kepada orang yang berpuasa, di mana ia akan berkata, “Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makanan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberikan syafa’at kepadanya”. Read the rest of this entry »



Color switcher

Scheme: 1 2 3 4 5 6 7 8

Logo

Langganan Berita

Untuk berlangganan update blog ini silahkan masukkan alamat e-mail Anda disini :

Delivered by FeedBurner

Categories

Recent Posts

Tags

Banner