Mainem (72) Penjual Kacang Rebus; “Tak Perlu Mengeluh”"
February 8, 2010 Category: Jendela 1 Comment »
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid [57] : 22 – 23)
Lorongnya pesing ya nak. Sudah setahun di sini saya berjualan – bukan untuk sesuap nasi tapi lebih pada pembayaran uang sewa rumah yang selama ini ditempati. Kalau sekadar makan, hampir setiap hari saya dibelikan nasi bungkus oleh orang-orang yang melewati lorong itu.
Awalnya saya sering menolak. Karena di situ saya berjualan bukan peminta-minta. Tapi kata mereka, “Ini rezeki untuk Mbah”, “Ini ada titipan dari Allah”, dan sebagainya. Juga ditambah sedikit desakan dari mereka. Pernah mereka bilang, “Mbah, kalo ada rezeki untuk Mbah jangan ditolak”. Sejak itu akhirnya saya terima setiap apa yang mereka berikan. Walaupun pemberian mereka cukup meringankan saya, tapi sebenarnya saya tidak mau merepotkan mereka.
Alhamdulillah walau sudah payah cak ini, Allah masih nguatke mbah bisa jualan kacang rebus. Tiap harinya dengan dibantu oleh becak, saya diantarkan sampai ke tempat ini, tempat orang berlalu lalang untuk makan soto (lorong dekat Rosario Cindo, red). Maklum bae nak sudah tua. Kaki saya tidak cukup kuat untuk berjualan jauh. Apalagi mata saya sudah rabun. Dulu waktu muda, berjalan kaki dari arah depan walikota (rumahnya, red) sampai ke pasar 26 masih bisa dilakukan (tersenyum).
Tahun 80-an, saya sudah berjualan sayur di pasar 26. Karena sudah tidak kuat lagi lama-lama duduk di pasar, tahun 90-an saya beralih jualan kacang rebus. Saya punya dua anak, tapi Cuma memikirkan dirinya sendiri. Untuk itu dari hasil jualan sekarang lebih kurang 15 ribu dalam sehari, saya tabung dengan tetangga untuk membayar kontrakan sebesar 300 ribu per bulannya.
Saya cuma bisa berdoa, minta cukupke keperluan bae. Setiap malam saya harus menyiapkan jualan. Sekitar jam 1 berangkat ke pasar Jakabaring membeli kacang. Kemudian pulang dan mengukus kacang lebih kurang 5 jam. Baru jam 10-an sampai jam 3 sore, sampai kacang habis, baru saya pulang. Sholat sambil melepas lelah. Hanya Zuhur yang tak bisa saya laksanakan, karena harus menjaga kacang rebus sampai terjual habis.
Allah itu baek yo nak, buktinya banyak yang membantu saya. Walaupun saya tidak bisa memberikan dalam bentuk uang, kacang inilah yang bisa saya berikan bagi mereka yang mau tapi tak bisa membelinya.
Jika harus mengeluh pada hidup mungkin tidak akan ada habis-habisnya, sejak ditinggal suami dan harus menghidupi ke lima orang anak seorang diri itu tidak lah mudah. Hingga pada akhirnya mereka meninggal satu persatu karena sakit (diam). Sedangkan dua anak yang ada tidak terlalu peduli dengan saya. Saya maklum saja karena mereka hanya membecak dan uangnya mereka habiskan untuk kebutuhan yang tidak ada guna. Bosan mengingatkan mereka untuk menabung dan mengingat Allah. Akhirnya rumah hanya dijadikan mereka sebagai tempat tidur (sedih).
Untuk itulah uang kontrakan harus saya kumpulkan sedikit demi sedikit setiap hari. Ditambah lagi dari pemberian orang-orang baik itu 1000, 5000, bahkan ada yang ngasih 10 ribu. Semua itu saya kumpulkan dengan tetangga, guna bayar uang kontrakan dan kebutuhan lain terutama kalau saya lagi sakit.
Sedang untuk makan, jarang sekali saya masak. Mungkin hanya hari Minggu. Kadang pun hari minggu, tetangga juga suka ngasih masakan dengan saya (tersenyum). Kalau hari lain, biasanya ada yang memberi saya nasi bungkus – dan makannya saya bagi dua, untuk pagi dan sore.La tuo cak ini, aku Cuma pacak bepintak, mudah-mudahan disehatke untuk bejualan terus. (Nurbaiti)



February 21st, 2010 at 9:01 am
hey this blog is great. I’m glad I came by this blog. Maybe I can contribute in the near future. PM ME on Yahoo AmandaLovesYou702 Thank you day918